Gadis Tak Punya Kunci: Bagian 1

Ghibli: Arrietty

Sebelum 162 hari berlalu, Ninda ingat betul bahwa kamarnya tak lebih seperti gudang kecil yang dipenuhi benda tak keruan, buku yang terkoyak, kotak musik warna merah muda pudar, setumpuk puzzle berserakan memenuhi seisi ruang, namun disudut dinding masih ia pasang hiasan yang menyejukkan dadanya. 

Malam itu semesta lucunya membuat skenario tak terduga bagi Ninda, sepasang mata seperti mondar-mandir memerhatikannya dari jauh, terlalu asing untuk saling penasaran tetapi tak cukup waktu untuk bertukar obrolan. Rasa asing itu seperti pelan-pelan menggerogoti kamar sang gadis, ada rasa penasaran yang bersambut. Siapa lelaki itu? siapa pria sebaya yang sedari tadi memerhatikannya? mengapa dia seolah seperti menghampar karpet bagi gadis yang kesepian itu untuk menujunya. Ada apa?

Empat jam berlalu tak ada sedikit pun luang untuk barang sedikit saja melempar sapa, namun keduanya sama-sama seolah saling mencari tak ada yang namanya "hanya perasaan saja" ini benar tentang dua orang yang juga saling penasaran. Mengapa? Siapa? Kenapa? dan Bisakan berkawan sebentar? mungkin Ninda hanya memutar isi kepalanya dengan pertanyaan itu saja. 

Malam singkat itu usai dan sepertinya hanya Ninda yang pulang membawa setumpuk oleh-oleh tanda tanya dipikiran yang sebelumnya saja sudah kusut tak dilerai, ia tak keruan hati setiap hari berusaha mencari setitik informasi agar kepalanya tak bingung sendiri. Benar kata orang bahwa karena penasaran orang-orang mungkin akan mati namun, jangan sekali-kali mati dengan penasaran. Untungnya teknologi seolah berkah yang dikirim Tuhan bagi hambanya yang tak banyak tahu, ada setitik kewarasan yang menyentuh pikirannya yang sibuk. Pelan-pelan terbongkar siapa pemilik sorot mata asing itu, siapa lelaki yang dengan berani-beraninya menantang perempuan yang punya sisi intelijen itu. 

Boom. Gadis itu kakinya melemas, semakin dicari semakin sempit rasanya kamar miliknya. 

(bersambung)






Sumber Gambar:

Semoga Untukmu Tidak Ragu, 25/01/2025.